Home > Serba Serbi > Gaya Hidup di Trimester Pertama Tentukan Ukuran Bayi
Gaya Hidup di Trimester Pertama Tentukan Ukuran Bayi
Posted on Minggu, 02 September 2012 by Unknown

Gaya hidup yang dijalani oleh seorang ibu bisa mempengaruhi kesehatan
bayi nantinya. Sebuah penelitian menunjukkan kebiasaan hidup seorang ibu
di awal kehamilannya akan berdampak pada seberapa besar ukuran bayinya
nanti.
Sebuah studi di Belanda menemukan jika perempuan memiliki kebiasaan buruk seperti merokok, asam folat yang rendah atau tekanan darahnya tinggi pada awal kehamilan, maka ukuran bayi yang dikandungnya akan kecil dan berisiko terjadi komplikasi.
“Penelitian kami menujukkan bahwa beberapa karakteristik fisik dan kebiasaan gaya hidup ibu di trimester pertama bisa mempengaruhi pertumbuhan janin,” ujar Dr Vincent Jaddoe, seorang pediatrik epidemiologi dari Erasmus Medical Center di Rotterdam, Belanda, seperti dikutip dari Healthday.
Sebuah studi di Belanda menemukan jika perempuan memiliki kebiasaan buruk seperti merokok, asam folat yang rendah atau tekanan darahnya tinggi pada awal kehamilan, maka ukuran bayi yang dikandungnya akan kecil dan berisiko terjadi komplikasi.
“Penelitian kami menujukkan bahwa beberapa karakteristik fisik dan kebiasaan gaya hidup ibu di trimester pertama bisa mempengaruhi pertumbuhan janin,” ujar Dr Vincent Jaddoe, seorang pediatrik epidemiologi dari Erasmus Medical Center di Rotterdam, Belanda, seperti dikutip dari Healthday.
Dr
Jaddoe menuturkan trimester pertama kehamilan merupakan periode kritis
bagi pertumbuhan dan perkembangan janin. Karena itu periode ini
seringkali dikaitkan dengan kelahiran prematur atau bayi memiliki ukuran
tubuh yang kecil.
Pada penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of American Medical Association, peneliti melibatkan 1.631 perempuan yang sejak hamil trimester pertama hingga pertumbuhan anaknya mencapai usia 2 tahun.
Para peneliti menemukan bahwa faktor-faktor tertentu bisa mempengaruhi kemungkinan bayi lahir dengan ukuran yang kecil. Ibu yang merokok, memiliki tekanan darah tinggi, konsumsi asam folat yang rendah dan jumlah sel-sel darah merah tinggi cenderung memiliki bayi dengan ukuran kecil.
Ukuran bayi yang kecil selama trimester pertama akan berkaitan dengan risiko tinggi komplikasi tertentu seperti kelahiran prematur dan berat badan bayi lahir rendah. Hal ini bisa mempengaruhi perkembangan plasenta yang nantinya berpengaruh pada kemampuan bayi untuk bertahan hidup dan berkembang.
”Fungsi plasenta yang abnormal akan menimbulkan banyak kerugian. Jika plasenta gagal untuk berkembang secara normal, maka akan berpengaruh dengan kondisi kehamilan nantinya yang berujung pada komplikasi,” ujar Dr Gordon Smith, kepala kebidanan dan ginekologi di University of Cambridge, Inggris.
Selama ini banyak perempuan yang tidak menyadari bahwa dirinya hamil, terkadang hingga usia kehamilannya mencapai 2 bulan. Hal ini berarti ibu sudah melewati masa perkembangan janinnya selama 2 bulan pertama yang termasuk dalam periode penting.
”Janin pada trimester pertama sangat rentan. Bagi perempuan yang memiliki rencana untuk hamil, sebaiknya mulai memperhatikan gaya hidupnya beberapa bulan sebelum kehamilan,” saran Dr Jaddoe.(Referensi Sumber Bacaan)
Pada penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of American Medical Association, peneliti melibatkan 1.631 perempuan yang sejak hamil trimester pertama hingga pertumbuhan anaknya mencapai usia 2 tahun.
Para peneliti menemukan bahwa faktor-faktor tertentu bisa mempengaruhi kemungkinan bayi lahir dengan ukuran yang kecil. Ibu yang merokok, memiliki tekanan darah tinggi, konsumsi asam folat yang rendah dan jumlah sel-sel darah merah tinggi cenderung memiliki bayi dengan ukuran kecil.
Ukuran bayi yang kecil selama trimester pertama akan berkaitan dengan risiko tinggi komplikasi tertentu seperti kelahiran prematur dan berat badan bayi lahir rendah. Hal ini bisa mempengaruhi perkembangan plasenta yang nantinya berpengaruh pada kemampuan bayi untuk bertahan hidup dan berkembang.
”Fungsi plasenta yang abnormal akan menimbulkan banyak kerugian. Jika plasenta gagal untuk berkembang secara normal, maka akan berpengaruh dengan kondisi kehamilan nantinya yang berujung pada komplikasi,” ujar Dr Gordon Smith, kepala kebidanan dan ginekologi di University of Cambridge, Inggris.
Selama ini banyak perempuan yang tidak menyadari bahwa dirinya hamil, terkadang hingga usia kehamilannya mencapai 2 bulan. Hal ini berarti ibu sudah melewati masa perkembangan janinnya selama 2 bulan pertama yang termasuk dalam periode penting.
”Janin pada trimester pertama sangat rentan. Bagi perempuan yang memiliki rencana untuk hamil, sebaiknya mulai memperhatikan gaya hidupnya beberapa bulan sebelum kehamilan,” saran Dr Jaddoe.(Referensi Sumber Bacaan)
Category Article Ibu dan Anak, Serba Serbi
Artikel Terkait:
Ibu dan Anak
- Ciri-ciri Anak Stres
- Kelas Musik Tajamkan Pendengaran Anak Usai Implan Koklea
- Manfaat Air Kelapa Untuk Ibu Hamil
- Cara Melindungi Anak dari Kekerasan Seksual
- Berat Tubuh Pengaruhi Kesembuhan Anak Ketika Sakit
- Bagaimana Cara Memutihkan Gigi Alami
- Percayakan Naluri Ibu Saat Anak Sakit
- Saat si Kecil Bermanja di Spa Baby
- Penyebab Terbesar Terjadinya Keguguran
- Tips Saat Memilih Bayi Tabung
- Amankah Melahirkan di Rumah?
Serba Serbi
- Perilaku Gay Menular?
- Oral Seks Meningkatkan Risiko Kanker Kepala dan Leher
- Waspada Cacing Parasit dalam Obat Diet
- Kaporit di Dalam Kolam Renang Berbahaya?
- Orang dengan IQ Rendah Banyak Terkena Penyakit Jantung
- Cara Ampuh Berhenti Merokok
- Menikah di Usia Belia Berisiko Kanker Serviks
- Kecanduan Internet Bisa Sebabkan Depresi
- Kucing Mampu Prediksi 50 Kematian di Panti Jompo
- Cangkok Paru-paru Babi ke Manusia Bisa Dilakukan 2015
- Jangan Campur Obat Jantung dan Herbal
- 10 Benda Paling Kotor yang Sering Dipegang